Tuban — MI NU Hidayatun Najah kembali menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas melalui kegiatan Integral Learning yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 4–6. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Ecopark Kambangsemi, Merakurak, Tuban.

Mengusung tema “Mengenal Budidaya Hewan dan Kewirausahaan”, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik melalui lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Waka Kesiswaan MI NU Hidayatun Najah, Ustadzah Fatimah Azzahro, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang dapat memperluas wawasan dan keterampilan siswa.

Menurut beliau, kegiatan Integral Learning menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar dengan melihat dan mengamati secara langsung berbagai aktivitas yang berkaitan dengan budidaya hewan dan kewirausahaan. Dengan demikian, materi yang diperoleh siswa dapat lebih mudah dipahami karena mereka berhadapan langsung dengan objek pembelajaran.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bpk Kholis Selaku CDO SIG Pabrik Tuban sekaligus Penanggung Jawab Ecopark Kambangsemi. Dalam sambutannya, pihak Ecopark menyambut baik kedatangan siswa MI NU Hidayatun Najah dan memperkenalkan secara singkat keberadaan serta pemanfaatan kawasan Ecopark Kambangsemi.

Ecopark Kembangsemi merupakan kawasan yang dikembangkan melalui pemanfaatan lahan reklamasi bekas aktivitas Pabrik Semen Gresik. Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memiliki fungsi yang lebih produktif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi bagian menarik dalam kegiatan Integral Learning. Selain belajar mengenai budidaya hewan, siswa juga mendapatkan wawasan tentang bagaimana sebuah lahan bekas aktivitas industri dapat dimanfaatkan kembali dan dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai edukasi dan ekonomi.



Dalam kegiatan inti, para siswa diajak melihat dan belajar secara langsung mengenai berbagai jenis budidaya hewan yang terdapat di Ecopark Kembangsemi. Beberapa di antaranya adalah peternakan kambing, budidaya ikan lele, serta ayam petelur.
Siswa dapat mengamati bagaimana proses pemeliharaan hewan dilakukan, mengenal lingkungan budidayanya, serta mendapatkan penjelasan mengenai hasil yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut. Dari proses tersebut, siswa juga diperkenalkan pada keterkaitan antara budidaya, pengelolaan hasil, dan kewirausahaan.

Pembelajaran secara langsung ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mengamati, bertanya, berdiskusi, dan memahami proses yang mereka temui di lapangan.
Melalui Integral Learning, MI NU Hidayatun Najah berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Siswa diajak memahami bahwa proses belajar dapat berlangsung di mana saja, termasuk melalui alam, lingkungan, aktivitas budidaya, serta praktik kewirausahaan yang mereka saksikan secara langsung.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan siswa, menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian terhadap lingkungan, serta mengenalkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Dengan demikian, Integral Learning tidak sekadar menjadi kegiatan kunjungan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang menghubungkan pengetahuan, pengalaman, lingkungan, keterampilan, dan kehidupan nyata dalam satu pengalaman belajar yang utuh.
