Asatidz MI NU Hidayatun Najah Turut Meriahkan Jalan Sehat HAB ke-80 Kemenag RI

Asatidz MI NU Hidayatun Najah turut berpartisipasi dalam kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Rabu (7/1/26).

Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh 7000 peserta dari seluruh unsur dan pemeluk agama yang ada di Kabupaten Tuban, sebagai ikhtiar mempererat kerukunan dan kebersamaan dalam keberagaman. Dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, Kemenag Kabupaten Tuban mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan toleransi.

Keikutsertaan Asatidz MI NU Hidayatun Najah menjadi wujud dukungan terhadap nilai-nilai moderasi beragama dan komitmen dalam menjaga kerukunan dalam masyarakat Tuban yang majemuk demi terwujudnya Indonesia yang damai dan maju.

Jurnalis : Dian Efendi

20 Prestasi Mengukir Semangat Baru di Awal Semester Genap MI NU Hidayatun Najah

Liburan semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi momen yang penuh makna dan kebanggaan bagi keluarga besar MI NU Hidayatun Najah. Di tengah masa libur yang berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, para siswa dan siswi tidak hanya menikmati waktu istirahat, tetapi juga terus mengukir prestasi membanggakan di berbagai ajang perlombaan, baik akademik maupun nonakademik.

     Tercatat sebanyak 20 prestasi berhasil diraih oleh peserta didik MI NU Hidayatun Najah. Prestasi tersebut meliputi bidang akademik seperti lomba mata pelajaran, literasi, dan sains, serta bidang nonakademik seperti seni, olahraga, dan keterampilan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, berlatih, dan berkompetisi tetap tumbuh kuat, meskipun berada di luar kegiatan belajar mengajar formal di madrasah.

    Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan, madrasah menggelar apel bersama pada Senin, 5 Januari 2026, yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan tersebut, Kepala MI NU Hidayatun Najah secara langsung memberikan apresiasi kepada para siswa berprestasi, disaksikan oleh teman-teman sekelas mereka. Suasana apel berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, menjadi awal yang indah dalam menyongsong semester baru.

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para siswa yang telah membawa nama baik madrasah, serta kepada para guru dan orang tua yang senantiasa mendampingi proses tumbuh kembang peserta didik. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MI NU Hidayatun Najah untuk terus berusaha, berani bermimpi, dan tidak takut berkompetisi secara sehat.

     Lebih dari sekadar pencapaian angka dan piala, deretan prestasi ini mencerminkan komitmen MI NU Hidayatun Najah dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan hidup. Madrasah terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, religius, dan mendorong setiap anak untuk menemukan serta mengembangkan potensi terbaiknya.

     Momentum prestasi di awal tahun ini juga menjadi penguat semangat bagi MI NU Hidayatun Najah dalam menyambut Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kami mengajak para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di MI NU Hidayatun Najah, madrasah yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, kemandirian, dan karakter unggul sejak dini.

      Mari bersama-sama menjadi bagian dari madrasah yang terus bergerak, berprestasi, dan menebar inspirasi.
MI NU Hidayatun Najah ,  Tempat Tumbuhnya Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi.

📌 SPMB MI NU Hidayatun Najah T.A. 2026/2027 telah dibuka.
Ayo bergabung dan wujudkan masa depan terbaik bersama kami.

MI NU HIDAYATUN NAJAH RAIH JUARA 2 PEKAN MADARIS KKMI TUBAN TAHUN 2025

MINU Hidayatun Najah kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Pekan Madaris KKMI Kecamatan Tuban Tahun 2025 yang diselenggarakan di MIN 1 Tuban, MINU Hidayatun Najah berhasil meraih Juara 2.

Prestasi tersebut diraih melalui keikutsertaan MINU Hidayatun Najah dengan mengirimkan dua regu, terdiri dari regu putra (Pa) 10 peserta dan regu putri (Pi) 10 peserta. Seluruh peserta tampil maksimal dan penuh semangat sejak awal hingga akhir kegiatan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para pembina, yakni Kak Rohmah, Kak Ima, Kak Fredy, dan Kak Efendi, yang telah melakukan pendampingan serta persiapan yang cukup matang. Proses latihan dilakukan dengan disiplin dan menekankan kerja sama tim, sehingga peserta didik mampu menunjukkan performa terbaiknya saat lomba.

Selain itu, penampilan Pentas Seni delegasi MINU Hidayatun Najah menjadi salah satu sorotan. Tarian yang dibawakan tampil begitu memukau. Penampilan tersebut digarap oleh pelatih tari MINU Hidayatun Najah, Kak Lovely, yang berhasil mengemas gerakan tari dengan sangat apik.

Kepala MINU Hidayatun Najah, Muhammad Nashruddin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh peserta dan pembina. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim.

“Prestasi ini bukan semata-mata soal juara, tetapi bagian dari proses pendidikan. Kegiatan Pekan Madaris kami jadikan sebagai sarana untuk melatih kemandirian, kreativitas, kepercayaan diri, serta karakter peserta didik,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam Pekan Madaris KKMI Kecamatan Tuban 2025 ini, harapannya peserta didik MI NU Hidayatun Najah semakin terasah potensinya, menjadi pribadi yang mandiri, dan berkarakter.

BULETIN MI NU HIDAYATUN NAJAH EDISI JUNI 2025

Remaja sebagai agen perubahan dan penentu masa depan bangsa

Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, remaja saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang dapat memengaruhi pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Era digital membawa perubahan signifikan dalam cara remaja berinteraksi, belajar, dan memperoleh informasi. Media sosial, internet, dan platform digital lainnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Di satu sisi, ini adalah peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila secara lebih luas dan interaktif. Konten-konten kreatif yang mengedukasi tentang toleransi, gotong royong, dan persatuan dapat dengan mudah diakses dan dibagikan.

Namun, di sisi lain, remaja juga rentan terhadap penyebaran informasi hoaks, ujaran kebencian, dan ideologi-ideologi transnasional yang bertentangan dengan Pancasila. Paparan konten negatif yang terus-menerus dapat mengikis rasa nasionalisme, semangat persatuan, dan bahkan memicu konflik sosial. Fenomena individualisme dan konsumerisme juga menjadi tantangan yang perlu diwaspadai, mengingat Pancasila mengajarkan nilai kebersamaan dan keadilan sosial.

Meskipun dihadapkan pada tantangan, nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan esensial bagi remaja. Adapun penjabaran nilai-nilai Pancasila sebagai berikut:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengajarkan pentingnya dimensi spiritual dan moral dalam menghadapi berbagai godaan duniawi. Ini membantu remaja mengembangkan etika dan integritas diri.
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mendorong remaja untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia, menghargai perbedaan, dan memiliki empati terhadap sesama. Di era digital, ini berarti memerangi perundungan siber (cyberbullying) dan menyebarkan konten positif.
  3. Persatuan Indonesia: Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan. Remaja perlu memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perpecahan. Kegiatan positif di media sosial yang menguatkan persatuan dapat menjadi contoh nyata.
  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Mengajarkan pentingnya demokrasi, dialog, dan pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat. Remaja didorong untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara konstruktif, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Mendorong remaja untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, berempati terhadap sesama, dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

Membangun kesadaran dan pemahaman Pancasila pada remaja bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Keluarga menjadi fondasi utama penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini melalui teladan dan pembiasaan. Sedangkan di sekolah, Kurikulum pendidikan harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan menarik, tidak hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai pedoman hidup.

Remaja adalah agen perubahan dan penentu masa depan bangsa. Dengan pemahaman dan penghayatan Pancasila yang kuat, mereka akan menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, toleran, dan siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan Pancasila bukan hanya tentang mengajarkan ideologi, tetapi juga membentuk identitas diri yang kokoh sebagai bangsa Indonesia, yang mampu bersaing di era global tanpa kehilangan jati diri.

Mari bersama-sama membimbing remaja untuk menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam setiap langkah mereka, memastikan Indonesia terus berdiri tegak dengan fondasi yang kuat di masa depan.

 

Penulis : Anggi Dista Artasari, S.Pd.

Editor : Dian Efendi

MI NU Hidayatun Najah Membumikan Budaya, Melangitkan Kreativitas Peserta Didik Melalui Gelar Karya P5-RA

Sabtu, 3 Mei 2025 menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar MI NU Hidayatun Najah. Bertempat di Aula Gedung KH. Hasyim Asy’ari IAINU Tuban, madrasah melaksanakan Gelar Karya P5-RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin) dengan tema “Membumikan Budaya, Melangitkan Kreativitas.”

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Murid dari kelas 1 hingga kelas 6, serta para tamu undangan, di antaranya Pengawas MI Se-Kecamatan Tuban, Bapak Syamsul Huda, S.Pd., M.A., yang memberikan sambutan, dan Ketua BP3MNU, Bapak Munthorib, S.Pd., yang memimpin doa.

Selain menjadi ajang unjuk karya dan menumbuhkan kreativitas siswa, kegiatan ini juga sebagai momen silaturahmi dalam suasana Halal Bihalal yang didukung oleh Komite dan Paguyuban MI NU Hidayatun Najah. Acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama untuk kelas 1-3 dan sesi kedua untuk kelas 4-6.

Penampilan para siswa menjadi sorotan utama dalam Gelar Karya ini. Dengan percaya diri dan penuh semangat, mereka tampil membawakan berbagai karya dan pertunjukan spektakuler.

Kelas 1 membuka acara dengan fashion show bertema pemanfaatan bahan daur ulang. Anak-anak tampil menggemaskan dan penuh percaya diri dengan menggunakan bahan daur ulang seperti, Koran, Plastik, karung bekas, kain perca, kardus bekas, dan lain sebagainya. Diakhir pertunjukkan Fashion Show mereka juga secara bersama-sama menyanyikan lagu Ampar-Ampar Pisang dengan kompak dan penuh keceriaa sehingga memukau para penonton.

Kelas 2 menghadirkan berbagai tari daerah di Indonesia seperti Apuse, Lenggang Kangkong, Indang, dan Gambang Suling. Kemudian juga menampilkan persembahan bacaan Nadhom Asmaul Husna dengan kompak dan indah, sehingga membuat penonton terkesan.

Kelas 3 menyuguhkan drama kolosal yang penuh dengan pesan moral, beberapa penampilan drama tersebut bertemakan diantaranya, Teman Itu Baik, Indahnya Kejujuran, Ikan Segar, dan Semua Kita Sama. Mereka juga menampilkan pembacaan hadits secara klasikal yang memperlihatkan bahwa mereka adalah pelajar Rahmatan Lil Alamin.

Kelas 4 mempresentasikan aneka makanan khas Jawa seperti Lemper, Putu Ayu, Jamu Kunyit Asem, Wedhang Uwuh, hingga Gethuk Lindri. Penonton bersorak dan tak jarang bertepuk tangan karena melihat presentasi anak-anak yang terampil. Sebelumnya penampilan mereka diawali dengan senam kreasi yang begitu energik.

Kelas 5 menampilkan berbagai tari kreasi Nusantara seperti Mayal, Yamko Rambe Yamko, Wonderland Indonesia, Ratoh Jaroe, hingga Padhang Bulan. Tak kalah menarik, mereka juga menyampaikan presentasi kuliner khas luar Jawa, seperti Rendang, Pempek, Mie Aceh, Papeda, hingga Roti Canai.

Kelas 6 tampil memukau dengan busana dan properti tari Nusantara dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Papua, Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan daerah lainnya. Menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Gelar Karya P5-RA ini bisa dikatakan sukses membuat penonton terkesima dengan penampilan siswa-siswi MI NU Hidayatun Najah. Penonton yang secara keseluruhan adalah wali murid begitu antusias menyaksikan, tak jarang mereka bersorak dan bertepuk tangan. Mungkin mereka bangga sekaligus terharu karena menyaksikan putra putri mereka tampil dengan luar biasa.

Setelah tampilan selesai, dilanjut dengan Mushofahah yang diikuti oleh seluruh hadirin, dari mulai tamu undangan, ustadz-ustadzah, komite, paguyuban, wali murid, dan anak-anak.

Kegiatan ini ditujukan untuk menumbuhkan potensi siswa-siswi MI NU Hidayatun Najah, sesuai yang di sampaikan Kepala Madrasah dalam sambutannya “kegiatan ini adalah bentuk nyata dari pendidikan yang tidak hanya mengasah akal (kognitif), tetapi juga daya kreativitas (psikomotorik), dan karakter siswa (afektif).”

Semoga anak-anak MI NU Hidayatun Najah tumbuh menjadi generasi penerus yang mencintai budaya sendiri, pancasilais, berani berkarya, serta menjunjung nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Menjadi generasi yang mampu membumikan budaya, melangitkan kreativitas.

 

Penulis : Dian Efendi

Editor : Ali Mahrus

MI NU Hidayatun Najah adakan Manasik Haji Pertama di Taman Abhipraya

KEGIATAN MANASIK HAJI
MI NU Hidayatun Najah
Sabtu, 19 April 2025 | Taman Kota Abhipraya

Alhamdulillah, kegiatan Manasik Haji yang diselenggarakan oleh MI NU Hidayatun Najah pada Sabtu, 19 April 2025 di Taman Kota Abhipraya berlangsung dengan penuh semangat, edukatif, dan menyenangkan.

Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan pembukaan resmi, dilanjutkan sambutan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ustadzah Siti Nurkhasanah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memperkenalkan rukun Islam kelima sejak dini, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan spiritualitas anak-anak.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik manasik haji yang dipandu langsung oleh tutor profesional dari IAINU Tuban, yang membimbing siswa-siswi memahami dan mempraktikkan tahapan-tahapan ibadah haji: mulai dari niat ihram, thawaf, sai, melempar jumrah, hingga tahallul.

Untuk kelancaran pelaksanaan, peserta dibagi menjadi dua kloter:

Kloter 1: Kelas 4A, 5A, dan 6A

Kloter 2: Kelas 4B, 5B, dan 6B


Setiap kloter menjalani simulasi ibadah haji secara bergantian dengan bimbingan intensif, penuh semangat dan kekompakan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa-siswi dalam memahami makna dan tata cara ibadah haji secara langsung. Semoga menjadi langkah awal untuk menanamkan kecintaan pada rukun Islam dan menumbuhkan semangat beribadah sejak dini. Aamiin.

Update terus tentang MI NU Hidayatun Najah di👇🏻

Instagram: @minu_hidayatun_najah
Youtube: @MINU HIDAYATUN NAJAH
TikTok: @minuhidayatunnajah
Facebook: @minuhidayatunnajah
Website: @minuhidayatunnajah.sch.id
_____________

#minuhidayatunnajah #madrasahbermutumendunia #inspiratif #prestasi #akupastibisa #kemenag #kemenagri #kemendikbud #lpmaarifnu #pcnutuban #sekolahramahanak #ayosekolahmadrasah #kemendikdasmen #lebaran
#ManasikHaji #AnakSholeh #MINUHidayatunNajah #BelajarSeru #HajiCilik #RukunHaji

MI NU Hidayatun Najah gelar MI NU Event Competition (MENTION) Ke-3

    MI NU Hidayatun Najah kembali menggelar agenda tahunan rutin, yakni open house bertajuk MI NU Event Competition yang sudah memasuki tahun ketiga. kembali dengan lomba yang pastinya menarik dan berkualitas. Mulai dari lomba tingkat TK/RA sampai ke tingkat SD/MI.

    Seperti tahun kemarin, peserta lomba di tahun ini juga membludak dan sangat antusias terhadap lomba yang diselenggarakan, sehingga peserta mencapai 400 lebih dari seluruh cabang lomba.

Acara MENTION 3 dimulai dengan pra acara yang di isi oleh seluruh anggota ekstrakulikuler rebana yang kemudian baru dilanjutkan dengan pembukaan. Adapun sambutan yang pertama adalah dari Bpk Ahmad Hudan Mabruri, S.Pd M.Pd sebagai Plt. Kasi Pend Ma Kemenag Tuban yang menyampaikan motivasinya kepada seluruh peserta lomba agar menjadikan momentum ini sebagai ajang pembelajaran dan mengasah kreativitas, serta mengapresiasi MI NU Hidayatun Najah yang telah konsisten dalam melaksanakan kegiatan ini selama tiga tahun berturut-turut, padahal MI NU Hidayatun Najah masih tergolong sekolah yang baru.

Selain Lomba, dalam MENTION kali ini juga ada agenda Bazar yang ditempati oleh tenant sponsor serta seluruh paguyuban wali murid sehingga menambah keseruan kegiatan.

Acara ditutup dengan penampilan pentas ananda dari ekstrakulikuler retorika yang menampilkan pertunjukan ciamik yaitu gabungan antara seni tari dan peran. kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang dari masing-masing lomba, semoga MI NU Event Competition senantiasa dapat terselenggara tiap tahunnya dan dapat memberikan kemanafaatan bagi seluruh jajaran murid yang menngikuti.